Mengenal Al-Khawarizmi, Ilmuwan Penemu Aljabar

Al-Khawarizmi

Tahukah Kamu siapa yang menemukan angka nol? Ya, dia adalah seorang Muslim berkebangsaan Persia yang bernama Muhammad bin Musa al Khawarizmi. Beliau merupakan ahli matematika, astronomi, astrologi, dan geografi. Kehidupan beliau dihabiskan dengan mengukir karya-karyanya terutama di bidang sains. Kehebatan Al-Khawarizmi telah diakui oleh dunia Islam maupun barat dengan berbagai karyanya.

Beliau lahir sekitar tahun 780 M di Khwarizm (sekarang Khiva, Uzbekistan). Ada beberapa versi tentang kelahiran beliau, ada yang mengatakan di Bukhara, dan ada juga yang mengatakan di Khwarizm, salah satu Provinsi di Negara Uzbekistan. Belum ada sumber yang menjelaskan secara detail tentang riwayat kehidupan al-khawarizmi, diperkirakan al-Khawarizmi hidup sekitar awal pertengahan abad ke-9 M. Sumber lain menegaskan beliau hidup di Khawarizm, Uzbekistan pada tahun 194H/780 M dan wafat pada 266H/850M di Baghdad, Irak.

Selain mengabdikan diri di bidang sains, beliau juga orang yang aktif dalam pendidikan. Beliau pernah menjadi dosen di Sekolah Kehormatan Baghdad, Irak. Banyak tokoh sains yang mengakui seorang Al-Khawarizmi sebagai ilmuwan cerdas. Salah satunya adalah George Sarton yang mengatakan bahwa pencapaian tertinggi orang-orang timur diraih oleh Al-Khawarizmi. Sampai sekarang karya nya tidak akan pernah terlupakan.

Banyak hal yang telah ditemukan beliau, yang tentunya bermanfaat bagi umat manusia. Salah satu dan yang termashyur adalah Aljabar. Aljabar merupakan materi yang banyak dipelajari di seluruh dunia. Aljabar adalah salah satu cabang matematika yang mempelajari tentang pemecahan masalah menggunakan simbol – simbol sebagai pengganti konstanta dan variabel. Aljabar sendiri berasal dari kata “al – jabr” yang artinya penyelesaian. Al-jabar banyak dimanfaatkan di dunia dan menjadi salah satu materi yang wajib diajarkan di sekolah-sekolah.

Selain Aljabar, beliau juga menemukan ilmu Falaq (ilmu astronomi) yaitu ilmu pengetahuan tentang bintang-bintang yang melibatkan kajian tentang kedudukan, pergerakan, dan pemikiran serta tafsiran yang berkaitan dengan bintang. Beliau pun menulis buku tentang ilmu falak yang berjudul Zīj Al-Sindhind “tabel astronomi”. Zij Al-Sinshind adalah buku yang berisi 37 simbol pada kalkulasi kalender astronomi dan 116 tabel dengan kalenderial, astronomial dan data astrologial. Versi asli kitab tersebut sudah hilang (dalam bahasa Arab) . Tetapi versi lain dalam bahasa latin masih bertahan, diabadikan oleh astronom Spanyol bernama Maslamah al-Majrīṭī. Kitab tersebut juga diterjemahkan oleh Adelard of Bath.

Belum selesai di bidang astronomi, beliau juga adalah penemu istilah Algoritma. Pengertian algoritma sendiri yaitu langkah-langkah yang logis mengenai penyelesaian masalah yang di susun secara sistematis dan logis. Algoritma sering kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari. Dan merupakan ilmu yang sangat berpengaruh dalam bidang komputer. Algoritma adalah mata kuliah wajib yang menjadi dasar pembuatan program komputer.

Di masa hidupnya, Al-Khawarizmy juga membuat berbagai karya tulis diantaranya Al-Kitab Al Mukhtasar fi hisab aljabr wa’l-muqabala yaitu buku yang berisi tentang rangkuman perhitungan, penimbangan serta perlengkapan (berisi rangkuman dasar-dasar aljabar). Selanjutnya adalah Kitab Al-Jam’a wal-tafriq bi-hisab al-Hind atau Dixit Algirizmi yaitu buku yang berisi tentang pengiraan dan penjumlahan berdasarkan sistem kalkulasi hindu. Serta Kitab Surah Al-Ard yaitu buku yang berisi tentang rekonstruksi planetarium dan berbagai karya lainnya.

Sumber: CodePolitan