Tips Tetap Termotivasi Saat Belajar Pemrograman

Belajar pemrograman bukanlah perkara mudah. Memulainya memang mudah, namun untuk terus bertahan sampai bisa merupakan hal yang tidak mudah. Tidak sedikit orang yang menyerah dan memutuskan untuk berhenti di tengah jalan.

Belajar coding adalah investasi untuk masa depan. Jika pembaca tetap bertahan untuk terus belajar sampai bisa, nikmat yang nanti akan pembaca rasakan tentu akan sepadan bahkan lebih. Namun, bagaimana untuk tetap bertahan dan terus belajar apalagi sampai berhenti ditengah jalan? Berikut ini tips-tips singkat untuk tetap termotivasi saat belajar pemrograman:

Cara Enjoy Memulai Belajar Pemrograman

1. Buatlah Sebuah Alasan Spesifik Mengapa Kita Belajar Pemrograman

Setiap orang pasti punya alasan mengapa belajar pemrograman. Sebelumnya, pembaca mungkin sudah memiliki alasan kenapa mulai belajar, tapi tidak ada salahnya untuk mengoreksi lagi apa sebenarnya alasan utama kenapa kita belajar pemrograman. Alasan belajar pemrograman hanya agar bisa membuat aplikasimungkin tidak cukup kuat untuk menjaga kita tetap belajar sampai bisa.

Buatlah sebuah alasan kuat yang lebih spesifik mengapa kita belajar pemrograman. Misalnya, belajar pemrograman agar nantinya bisa bekerja di startup unicorn macam Gojek, Traveloka, Tokopedia, atau Bukalapak. Bisa juga belajar pemrograman agar nanti bisa merilis aplikasi X untuk membantu masyarakat tidak mampu untuk belajar. Dengan adanya alasan yang lebih spesifik kita bisa lebih fokus dan memiliki dorongan lebih untuk mencapainya.

2. Ikuti Komunitas Programmer

Manusia pada dasarnya adalah makhluk sosial. Maka, saat belajar pemrograman janganlah lakukan sendirian. Cari orang lain yang juga sedang belajar agar bisa saling berbagi suka duka saat menemukan kesulitan. Akan lebih baik lagi jika bisa menemukan seorang mentor yang bisa membantu menyelesaikan kesulitan tersebut. Cara terbaik untuk mencari orang-orang tadi ialah melalui komunitas programmer.

Cari tahu komunitas-komunitas programmer di sekitar tempatmu tinggal. Jika tidak komunitas yang bahasannya sesuai dengan apa yang pembaca pelajari, ikuti saja komunitas yang ada. Belum tentu orang-orang yang ada di komunitas tersebut hanya tahu bahasa atau teknologi itu saja. Tidak menutup kemungkinan mereka mengetahui tentang bahasa pemrograman yang sedang kita pelajari karena sebagian besar programmer memang bisa lebih dari satu bahasa.

3. Bagi Pengalamanmu

Kita tidak perlu menunggu jadi orang paling sempurna untuk mengajak orang lain melakukan kebaikan. Kita juga tidak perlu menunggu untuk menjadi seorang programmer expert untuk membagikan pengalaman belajar pemrograman ke orang lain. Pengalaman yang kita dapatkan dapat kita bagikan lewat jurnal/blog maupun lewat mengajarkannya secara langsung.

Jurnal/blog yang kita tulis dapat berfungsi sebagai catatan harian. Kita bisa melihat lagi kebelakang apa saja kita sudah kita pelajari sejak mulai belajar dan sejauh mana kemajuan yang kita dapatkan dalam belajar pemrograman.

Pengalaman-pengalaman yang sudah kita dapatkan, bisa kita ajarkan kepada orang lain. Mengajarkannya bisa secara langsung maupun dalam bentuk video. Topiknya cukup yang kita sudah tahu saja. Misalnya, saat belajar membuat aplikasi Android, kita masih kesulitan untuk membuat aplikasi yang bisa melakukan rikues HTTP, tapi kita sudah menguasai pembuatan layoutnya dengan XML. Nah, karena kita sudah bisa membuat layoutnya, kita bisa bagikan ilmu yang sudah ada kepada orang lain. Masih banyak orang lain yang belum bisa apa-apa yang kita sudah bisa.

Apabila pembaca sudah mengikuti sebuah komunitas programmer dan mereka ada kegiatan meetup, cobalah untuk menjadi pembicara disana. Kita bisa membahas pengalaman belajar programming secara umum atau langsung membahas salah satu topik teknis sesuai bahasan meetup tersebut.

4. Mulai Dari Sesuatu yang Kecil

Saat memulai belajar pemrograman, kita mungkin memiliki tujuan akhir untuk membuat sebuah aplikasi yang besar. Memiliki tujuan yang besar (dan spesifik) sangat baik dalam memberikan motivasi dalam belajar. Tapi, kita tidak bisa makan satu piring dalam sekali lahap. Harus sendok per sendok. Begitu pula dalam menyelesaikan suatu program.

Bagilah sebuah program besar menjadi modul-modul yang lebih kecil. Kerjakan modul-modul kecil tersebut satu per satu. Dengan membaginya menjadi program yang lebih kecil, tingkat kesulitannya menjadi turun dengan hasil akhir yang lebih mudah dicapai.

Dengan hasil akhir per modul yang “jadi”, ini bisa memberikan motivasi tambahan buat kita. Bayangkan saat kita mencoba langsung membuat sebuah program yang besar, error disana dan sisini, warna merah dimana-mana. Sebagai seorang programmer yang baru belajar, terlalu bayak error yang muncul dapat menimbulkan frustasi dan menurunkan motivasi.

5. Belajar Saat Kondisi Prima

Pemrograman adalah kegiatan yang banyak berpikir. Oleh karena itu, belajarlah saat otak dalam kondisi prima agar dapat berpikir dengan jernih. Jika kita belajar saat otak sedang jenuh, maka akan sedikit pelajaran yang dapat dicerna. Akan berkurang kemampuan otak dalam menyelesaikan permasalahan yang ada.

Jadi, usahakan untuk belajar saat tubuh masih bugar sehingga otak bisa berproses dengan lancar.

6. Pelajari Apa yang Dibutuhkan

Saat belajar, terkadang ada kecenderungan untuk mempelajari semuanya dulu baru mengaplikasikannya. Bagi programmer yang sudah berpengalaman mungkin strategi ini bisa berhasil. Tapi untuk programmer yang baru belajar, strategi ini bisa berbalik merugikan.

Pertama, kita tidak perlu menguasai seluruh topik tentang suatu teknologi atau bahasa pemrograman untuk bisa mulai membuat program. Contoh, untuk bisa membuat aplikasi Android jadwal shalat (aplikasi adzan), kita cukup pelajari tentang RecyclerView (untuk menampilkan list) dan salah satu antara Intent/BottomNavigation/VIewPager/NavigationDrawer (untuk navigasi) dan cara melakukan rikues API HTTP. Hanya dengan topik tadi kita sudah bisa membuat aplikasi jadwal shalat yang utuh.

Kita tidak perlu mempelajari semua hal dulu sampai selasai baru mulai membuat. Cukup pelajari apa yang kita butuhkan saat itu. Mungkin nanti di aplikasi jadwal shalat kita akan butuh untuk memutar audio adzan di waktu tertentu, saat itu lah kita pelajari tentang AlarmManager, Service, dan MediaPlayer/ExoPlayer. Ketiga topik baru tadi, bisa kita pelajari setelah program yang sebelumnya sudah selesai. Jadi tidak perlu menunggu sampai paham seluruhnya baru mulai membuat, hal itu bisa menunda keberhasilan aplikasi kita.

Penutup

Jika pembaca saat ini sedang belajar pemrograman, lanjutkanlah. Teruslah belajar. Nanti, kesulitan yang pembaca hadapi pasti akan berbuah manis.

Semoga artikel ini bermanfaat. Jika pembaca punya tips lain, bagi-bagi ya 🙂 .

Sumber: CodePolitan